Geografis

A. LETAK WILAYAH
Kabupaten Nabire terletak dikawasan Teluk Cendrawasih Provinsi Papua dan Samudra Pasifik, yang berada diatas 3 (tiga) lempengan bumi sehingga mengakibatkan rawan akan terjadinya bencana gempa bumi.
1. Geografis
Secara Geografis Kabupaten Nabire berada diantara:
– Bujur Barat :134° 33’’-136° 15’’ BT
– Lintang Utara :2° 28’’- 3° 56’’ LS

2. Batas Kabupaten Nabire
Batas Kabupaten Nabire adalah sebagai berikut:
– Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Kepulauan Yapen
– Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Waropen & Kabupaten Paniai
– Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Dogiyai
– Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Teluk Wondama & Kabupaten Kaimana (Papua Barat)

a1

B. LUAS WILAYAH

Secara administrasi pada tahun 2012 Luas wilayah Kabupaten Nabire adalah 12.075,00 Km² dan panjang garis pantai 473 Km² serta luas lautan 914.056,96 Ha.untuk lebih jelasnya luas Kabupaten terbagi menjadi 15 Distrik , 72 Kampung dan 9 Kelurahan adalah sebagai berikut:

a2

Berdasarkan grafik diatas menunjukan bahwa secara administratif Distrik Uwapa mempunyai wiliyah administratif terluas (1.808.96 Km²) dari semua wilayah administrasi distrik lainya. Sedangkan wilayah administratif terkecil adalah distrik wanggar mempunyai (246,00 Km²). Sehinga dapat di lihat pada tabel berikut ini.

a3

Dari tabel di atas dapat dilihat luas wilayah administrasi distrik yang belum didata adalah distrik pemekaran baru, yakni Distrik Mora.

C. KONDISI FISIK WILAYAH
Berdasarkan perbedaan geomorfologis Wilayah Kabupaten Nabire dapat dikelompokan menjadi 3 (tiga) Zona Argrolosistem , yaitu
a. Zone Dataran rendah dengan ketinggian ± 600 dpl.
b. Zone Ketinggian sedang ±600-1500 dpl.
c. Zone Datarn tinggi ± yaitu diatas 1500 dpl.

D. IKLIM
Wilayah Kabupten Nabire beriklim tropis basah dengan curah hujan hampir merata sepanjang tahun. Hal ini di pengaruh oleh suhu udara dengn ketinggian Wilayah Kabupaten Nabire yang terletak pada setiap kenaikan 100 m dari permukaan air laut mengalami penurunan rata-rata 0.60 °C. Akibat topografi yang bervariasi di dataran tinggi,maka suhu udara di Kabupaten Nabire berkisar antara 20 °C-32 °C dengan suhu maksimum 34 °C.

E. CURAH HUJAN
Curah hujan di Kabupten Nabire hampir terjadi sepanjang tahun. Dengan demikian cuaca di Kabupaten Nabire di bagian utara pada umumnya dipengaruhi oleh daerah pantai yang menghadap pegunungan, sehinga angin lokal sangat dominan, akibatnya Nabire bagian utara atau di kota Nabire tidak ada musim atau hampir setiap bulan terjadi hujan yang rata-rata 18 hari hujan. Sedangkan dibagian selatan sesekali terjadi siklon lokal yang berbahaya bagi helikopter atau pesawat terbang rendah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel curah hujan tahun 2010 sebagai berikut:

a4

F. TOPOGRAFI DAN JENIS TANAH
Kabupaten Nabire memiliki topografi yang bervarisi yaitu wilayah datar ± 47% dari luas wilayah tersebar disepanjang Wilayah pantai dan Wilayah perbukitan ± 53% tersebar di daerah pedalaman (pegunungan). Berdasarkan Hasil Penelitian Lembaga Penelitian Tanah (Balai Tanah) Bogor tahun 1964, jenis-jenis tanah di Kabupaten Nabire terbagi atas:

1. Wilayah Nabire
Mayoritas jenis tanah Alluvial Endapan Sungai dan Tanah-Tanah Potzolik. Sedang daerah yang sering digenangi air terdapat tanah-tanah BOG dan LOW Humiegley yang hakekatnya merupakan tanah yang berasal dari bahan Endapan Sungai.
2. Wilayah Yaur
Terdapat jenis tanah Potzolik Merah Kuning dan Hidromarf Kelabu.
3. Wilayah Pedalaman
Terdapat mayoritas jenis Tanah Potzolik dan Tanah Coklat Hidromarf Kelabu.

G. SUNGAI
Sungai-sungai yang berada di Kabupaten Nabire semua bermuara ke laut pasifik/Teluk Cendrawasih ,yaitu antara lain :
-Sungai Wapoga/Biabu -Sungai Siriwini
-Sungai Poranai -Sungai Nabarua
-Sungai Legare -Sungai Nabire
-Sungai Kimi -Sungai Wanggar
-Sungai Sanoba -Sungai Wami
-Sungai Sriwini -Sungai yaur

H. GUNUNG
Di Wilayah Kabupaten Nabire memiliki beberapa puncak Gunung yang menyebar dari arah Barat ke Timur yang dapat dijelaskan dalam tebel berikut ini:

a5

I. DANAU
Wilayah Kabupaten Nabire memiliki satu Danau, yakni Danau Mamae yang terletak di Distrik Teluk Kimi.

J. KAWASAN RAWAN BENCANA ALAM
Rencana Penataan dan Pengembangan Lingkungan dalam Wilayah Kawasan dapat dirincikan menurut identifikasi Kawasan Rawan Bencana di Kabupaten Nabire, Sebagai antisipasi terhadap bencana alam,perlu dilakukan fasilitasi untuk meningkatkan kemampuan SDM aparat dan masyarakat dalam rangka deteksi dini atau mitigasi dan pencegahan serta penanggulangan bencana alam. Saat ini telah dipetakan daerah rawan bencana di Kabupaten Nabire sebagai berikut:

1. Kabupaten Nabire mempunyai daerah rawan bencana 2 Distrik, dan 3 Kelurahan serta 1 Desa dengan jenis rawan bencana banjir.

2. Kabupaten Nabire mempunyai daerah rawan bencana 1 Distrik, dan 7 Kelurahan dengan jenis rawan bencana tanah longsor.

3. Kabupaten Nabire mempunyai daerah rawan bancana Gempa Bumi.
a. Zona Rawan Menengah Yaitu:
– Daerah Gunung Kampung Kimi
– Daerah Gunung Kampung Kali Harapan
– Daerah Gunung Distrik Topo

b. Zona Rawan-Rawan Tinggi Yaitu:
– Pelabuhan Samabusa
– Kelurahan Siriwini
– Kelurahan Nabarua
– Desa Kali Susu
– Kelurahan Oyehe
– Kelurahan Karang Mulia
– Kelurahan Morgo
– Kelurahan Kali Bobo
– Distrik Wanggar
– Kelurahan Bumi Wonorejo
– Kelurahan Girimulyo

4. Kabupaten Nabire mempunyai daerah rawan bencana Tsunami dengan Pembagian Skala Kerawanan yang meliputi.
a. Zona Rawan Rendah Yaitu:
– Desa Kali Harapan
– Pelabuhan Samabusa
– Kelurahan Bumi Wonorejo
b. Zona Rawan Menengah Yaitu:
– Kelurahan Kali Bobo
– Kelurahan Morgo
– Kelurahan Karang Mulia
– Desa Kali Susu
– Kelurahan Siriwini
– Kelurahan Nabarua
c. Zona Rawan Tinggi Yaitu:
– Distrik Wanggar
– Kelurahan Oyehe

a6

Leave a Comment

*

code