NABIREKAB.GO.ID – Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si menyampaikan pidato pada acara syukuran Provinsi Papua Tengah yang digelar oleh Pemda dan komponen masyarakat delapan kabupaten yang mencakup Provinsi Papua Tengah di halaman, SMP Negeri 5, Jumat, 18 November 2022.

Dalam pidato itu, Bupati Mesak membacakan sejarah proses hadirnya Provinsi Papua Tengah dan hal itu diapresiasi pencetus Provinsi Papua Tengah, Bapak A.P. Youw.

Selain membacakan sejarah proses hadirnya Provinsi Papua Tengah, Bupati Mesak menegaskan tujuh hal fundamental yang menjadi arah pembangunan Provinsi Papua Tengah di masa depan.

Fokus Berjuang Ibu Kota Provinsi

Sebelum menyampaikan tujuh hal tersebut, Bupati Mesak menegaskan bahwa pihaknya terpilih menjadi Bupati Nabire pada akhir tahun 2021, di mana tahapan proses Provinsi Papua Tengah sudah masuk pada tahapan siap disahkan dan mengenai ibu kota masih tarik menarik antara Mimika dan Nabire.

“Provinsi Papua Tengah hadir melalui proses yang panjang. Dan, berdasarkan proses panjang ini, saya memahami bahwa kehadiran Provinsi Papua Tengah adalah kebijakan politik pemerintah pusat sehingga saya berkonsentrasi untuk memastikan bahwa Nabire harus menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah,” kata Bupati Mesak dalam pidato itu.

“Selama proses pembahasan RUU Papua Tengah, kami melakukan komunikasi politik melalui sejumlah jalur, baik melalui Depdagri dan DPR RI maupun melalui jalur lain agarNnabire menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah. Saya menyampaikan bahwa kami di Papua Tengah, kota sentralnya ada di Nabire. Karena, kabupaten Nabire merupakan kabupaten tertua sejak Provinsi Irian Jaya dibentuk. Bahkan, kabupaten Nabire telah beranak cucu menjadi 7 kabupaten dan menjadi pusat pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pintu gerbang arus barang dan manusia ke 7 kabupaten tersebut,” kata Mesak disambut tepuk tangan meriah.

“Akhirnya, syukur bahwa, pada 28 Juni 2022, komisi II DPR dan pemerintah menyepakati ibu kota 3 DOB di Provinsi Papua dan ibu kota Provinsi Papua Tengah ditetapkan di Nabire. Selanjutnya, pada 30 Juni 2022, DPR RI mengesahkan RUU Provinsi Papua Tengah menjadi UU Nomor 15 Tahun 2022 tentang Provinsi Papua Tengah mencakup Kabupaten Nabire, Puncak Jaya, Paniai, Mimika, Puncak, Dogiyai, Intan Jaya, Dan Deiyai,” kata Bupati Mesak menjelaskan.

IPM 8 Kabupaten Rendah

“Kini Provinsi Papua Tengah resmi sudah hadir dengan ibu kota di Nabire, sudah ada Penjabat Gubernur dan Penjabat Sekda. Pro dan kontra, silang pendapat, tarik menarik kepentingan dalam sebuah negara demokrasi adalah hal yang biasa. Kini saatnya untuk besratu merapatkan barisan, membangun Papua Tengah,” ajak Bupati Mesak.

Dijelaskan Bupati Mesak, “Kita sepakat bahwa kini saatnya membangun Provinsi Papua Tengah. Dan, kita ketahui bahwa salah satu tolak ukur kemajuan daerah adalah Indeks Pembangunan Manusia atau IPM.”

Kata Bupati Mesak, “IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar yaitu (1) Umur panjang dan sehat (angkat harapan hidup, indeks kesehatan); (2) Pengetahuan (harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah, indeks pendidikan; dan (3) Kehidupan yang layak (pnb, indeks pengeluaran).”

Dijelaskan Bupati Mesak lebih lanjut, “Menurut standar UNDP, jika IPM lebih dari 80 maka sangat tinggi, IPM 70-79 tinggi, IPM 60-69 sedang, dan jika di bawah 60 maka sangat rendah. Jadi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IMP 6 kabupaten yang tercakup dalam Provinsi Papua Tengah berada pada posisi sangat rendah, yakni; IPM Dogiyai 55; IPM Deiyai 49,96; IPM Paniai 56,07; IPM Intan Jaya 48,99; IPM Puncak Jaya 48,34, IPM Puncak 43, 17.”

“Sementara itu, kabupaten Nabire berada pada posisi sedang, yakni 69,15 dan Mimika berada pada posisi tinggi, yakni 74,47. Jadi, Mimika lebih tinggi sedikit dari Nabire dan kabuaten lainnya masih sangat rendah karena Mimika adalah pusat industri, ada PT Freeport di sana sehingga pendapatan asli daerahnya sangat besar, mencapai 3 trilyun lebih dan kurang lebih 75 persen penduduk adalah penduduk non-Papua. Jadi wajar saja,” katanya menguraikan.

“Dengan data ini, saya ingin mengatakan bahwa kondisi ini adalah salah satu alasan kehadiran provinsi Papua Tengah dan kini menjadi tantangan bersama, semua pihak, terutama kita pemerintah delapan kabupaten,” kata Bupati Mesak.

7 Hal Fundamental Papua Tengah

Menurut Mesak, ada beberapa tantangan dan sekaligus harapan bersama yang sejalan dengan visi dan misi kabupaten Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah.

Tujuh hal yang disampaikan Bupati Mesak dibawah adalah kutipan langsung, walaupun tidak ditulis dalam tanpa petik sebagaimana biasanya.

Pertama, jaminan stabilitas keamanan daerah. Hal ini diwujudkan dengan menjaga keragaman suku, ras dan agama yang ada di Nabire dan di seluruh wilayah Provinsi Papua Tengah. Semua aktivitas pemerintahan dan masyarakat akan berjalan dengan baik apabila daerah aman. Mari kita bersatu dan membangun Provinsi Papua Tengah dalam keadaan aman dan penuh persaudaraan tanpa membeda-bedakan suku, ras dan agama.

Kedua, percepatan pertumbuhan ekonomi wilayah melalui perbaikan kerangka pengembangan ekonomi daerah berbasiskan potensi lokal dan masyarakat asli Papua serta ekspansi dan penguasaan sumber daya alam oleh korporasi harus dengan sebesar-besarnya bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat pemilik hak ulayat serta tetap dengan menjung-junjung tinggi kepemilikan adat serta kelestarian lingkungan.

Dengan adanya Provinsi Papua Tengah ini, tentu juga akan banyak membuka lapangan kerja di wilayah ini, termasuk para investor pasti akan masuk. Jika masyarakat Papua menuntut adanya keberpihakan, maka ini kesempatan. Karena Sidang Paripurna DPR RI telah membahas hal itu bahwa prioritas pada orang asli Papua yakni 80% Oap.

Hal ini bukan berarti bahwa dengan adanya regulasi keberpihan maka orang asli Papua secara otomatis akan berkembang dengan sendirinya. Saya katakan tidak, kalau tidak berusaha dan bersaing. Ini zaman kompetisi, persaingan adalah sesuatu yang pasti.

Maka, saya pesan kepada para sarjana yang menganggur, mahasiswa dan pelajar agar tingkatkan kemampuan diri di bidangnya. Belajar bahasa inggris, belajar teknologi, belajar komputer, dan keterampilan lainnya.

Saya juga pesan, bagi yang memiliki lokasi tanah, mulai berkebun, mulai beternak, buka bengkel, jual -jual es atau bensin, atau buat pencucian motor, jangan menjadi penonton, jangan habiskan waktu untuk duduk dan cerita, harus jadi tuan di tanah sendiri dengan bekerja, mengelola potensi yang ada.

Ketiga, pelayanan kesehatan dan pendidikan. Kabupaten Nabire ke depan kita harapkan menjadi pusat pendidikan dan kesehatan. Di bidang kesehatan diperlukan pembenahan secara serius RSUD Nabire sebagai pusat rujukan dan RSUD dari kabupaten-kabupaten lainnya. Di bidang kesehatan, penangan HIV/AIDS secara kolaboratif adalah juga utama dan mendesak karena jumlah HIV terus meningkat di wilayah ini.

Di bidang pendidikan, konsentrasi pada perbaikan layanan pendidikan dasar dan pendidikan di wilayah terisolir dan bagi suku-suku terasing. Kehadiran perguruan tinggi Negeri dengan fasilitas dan tenaga yang memadai adalah juga kebutuhan untuk mempersiapkan SDM Papua tengah di masa depan dan dukungan pada universitas swasta yang telah ada di saat ini.

Keempat, konektivitas daerah baik dari infrastruktur transportasi dan telekomunikasi. Hal ini penting dalam rangka mendekatkan masyarakat pada layanan-layanan dasar pendidikan, kesehatan, akses ekonomi dan akses informasi dan komunikasi.

Kelima, minimalisasi marginalisasi terhadap orang asli Papua dengan penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor, yakni pemerintah dan bagi-bagi kekuasaan di bidang politik serta sektor swasta diupayakan sebesar-besarnya bagi masyarakat asli papua. Hal ini penting agar tidak terjadi marginalisasi terhadap orang asli Papua.

Keenam, perbaikan sumber daya aparatur, sumber daya masyarakat, sumber daya organisasi perangkat, sarana dan prasarana dasar sehingga membawa efek pada perwujudan tata pemerintahan yang bersih dan baik (tidak dipenuhi dengan praktek KKN).

Ketujuh, harapan kita bersama bahwa kehadiran Provinsi Papua Tengah ini dapat memperkut kohesi sosial dan politik masyarakat dan memperkuat empat pilar bangsa serta terbangun hubungan yang serasi antara pusat dan darah.

Apresiasi Kepala Suku Nabire

Sebelum mengakhiri, pidatonya, Bupati Mesak secara khusus menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para kepala suku Nabire dan seluruh masyarakat Nabire.

“Pada akhir sambutan ini, secara khusus, saya ingin menyapa dan menyampaikan terima kasih para kepala suku Nabire yang dengan senang hati telah menyerahkan lokasi tempat pembangunan perkantoran Provinsi Papua Tengah.”

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat kabupaten Nabire yang dengan hati gembira mendukung dan menerima Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah dan secara umum kepada seluruh masyarakat di delapan kabupaten Provinsi Papua Tengah.”

Bupati Mesak mengakhiri pidato dengan, “Apabila ada hal-hal yang kurang berkenan dalam sambutan saya ini, saya mohon agar dimaafkan.Tuhan menolong kita dalam pembangunan Provinsi Papua Tengah!” [Tim Kominfo]

Baca lebih lanjut di e-majalah Pemda Nabire 2022, KLIK

 6 total views,  1 views today

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.