NABIREKAB.GO.ID – Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus berupaya memperluas akses internet di berbagai wilayah dengan mendistribusikan 53 perangkat internet satelit Starlink pada tahun 2025. Program ini didanai melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan difokuskan untuk mendukung konektivitas di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta pada sejumlah sentra layanan dasar di dalam Kota Nabire, seperti sekolah, puskesmas, dan puskesmas pembantu (pustu).
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nabire, Yermias Degei, S.Pd., M.I.Kom, menjelaskan bahwa distribusi perangkat Starlink merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan akses informasi dan mempercepat transformasi digital di daerah.

Menurutnya, kehadiran internet di fasilitas pelayanan dasar sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.
“Distribusi perangkat Starlink ini bertujuan untuk memperluas akses internet di wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan jaringan telekomunikasi. Dengan adanya akses internet di sekolah, puskesmas, dan pustu, pelayanan pendidikan dan kesehatan dapat berjalan lebih baik serta terhubung dengan berbagai sumber informasi,” ujar Yermias Degei.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar perangkat ditempatkan pada lokasi-lokasi yang menjadi pusat pelayanan masyarakat, termasuk di wilayah kampung dan distrik yang selama ini belum terjangkau jaringan internet yang stabil.
Mendukung Pendidikan dan Layanan Kesehatan
Pemanfaatan internet satelit di sekolah diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi guru dan siswa dalam memperoleh bahan pembelajaran digital, mengikuti pelatihan daring, serta memperluas wawasan melalui berbagai sumber informasi di internet.

Sementara di sektor kesehatan, keberadaan internet sangat membantu tenaga medis dalam melakukan pelaporan data kesehatan, mengakses referensi medis, serta meningkatkan koordinasi pelayanan kesehatan antar fasilitas kesehatan.

Menurut Yermias, konektivitas digital menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama di daerah yang memiliki kondisi geografis menantang seperti Kabupaten Nabire.
Tantangan Ketersediaan Listrik
Meski demikian, implementasi program ini di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya terkait ketersediaan energi listrik di beberapa lokasi penerima perangkat.
Yermias mengungkapkan bahwa di beberapa sekolah, puskesmas, dan pustu yang telah menerima perangkat Starlink, masih terdapat kendala karena belum tersedianya jaringan listrik yang memadai.

“Di beberapa tempat, fasilitas pendidikan dan kesehatan belum memiliki listrik yang stabil sehingga operasional perangkat internet masih mengandalkan genset. Hal ini tentu menjadi tantangan karena penggunaan genset membutuhkan biaya operasional yang cukup besar dan tidak selalu dapat digunakan setiap saat,” jelasnya.
Solusi Energi Tenaga Surya
Untuk mengatasi kendala tersebut, Dinas Kominfo Nabire mendorong adanya dukungan pembangunan energi tenaga surya (solar cell) di lokasi-lokasi penerima perangkat internet satelit.
Pemasangan panel surya di sekolah, puskesmas, dan pustu dinilai sebagai solusi yang efektif dan berkelanjutan untuk memastikan perangkat internet dapat beroperasi secara optimal tanpa bergantung pada genset.
“Ke depan, kami melihat pentingnya integrasi antara infrastruktur internet dan sumber energi terbarukan. Dengan adanya solar cell di setiap sekolah, puskesmas, dan pustu, layanan internet dapat berjalan secara stabil dan mendukung pelayanan dasar bagi masyarakat,” kata Yermias.
Mendorong Transformasi Digital di Daerah
Program distribusi perangkat Starlink ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Nabire dalam mendorong transformasi digital di daerah, sekaligus memperkecil kesenjangan akses informasi antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Dengan semakin luasnya akses internet, masyarakat diharapkan dapat memperoleh berbagai informasi dengan lebih mudah, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat pelayanan kesehatan, serta membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan teknologi digital.
Yermias menambahkan bahwa pemerataan akses internet menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung pembangunan daerah, terutama di wilayah Papua yang memiliki tantangan geografis yang cukup kompleks.

“Harapan kami, dengan adanya distribusi 53 perangkat Starlink ini, masyarakat di berbagai wilayah Nabire diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari konektivitas internet, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik,” pungkasnya.
Degei akui, tahun 2025, belum semua layanan dasar mendapatkan Starlink karena keterbatasan dan diharapkan dapat terpenuhi pada tahun 2026 ini.***
