Wakil Bupati Amirulah Hasim Membuka Pertemuan Koordinasi Dan Evaluasi Kegiatan Penanggulangan HIV-AIDS Kabupaten Nabire


nabirekab.go.id,- Pembangunan kesehatan pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesedaran, kemampuan dan kemauan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang lebih baik dan masyarakat diharapkan mampu berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan dalam menjaga dan memelihara serta meningkatkan derajat kesehatannya sendiri serta berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat pada umumnya. Demikian dikatakan Wakil Bupati Amirulah Hasim, S.Ip,M.Si dalam membacakan sambutan Bupati Nabire pada acara pembukaan Pertemuan Koordinasi dan Evaluasi Kegiatan Penanggulangan HIV-AIDS di Kabupaten Nabire, yang bertempat di ruang pertemuan Restoran Zaitun Jalan Yos Sudarso Nabire ,kamis (05/09/19).

Dikatakannya, kasus HIV dan AIDS bagaikan fenomena gunung es. Data Kasus yang tercatat per 31 Maret 2019 dalam pertemuan konferensi internasional tentang HIV-AIDS di Jayapura beberapa waktu lalu, untuk Provinsi Papua jumlah HIV seluruhnya sebanyak 15.935 orang dan jumlah AIDS seuruhnya sebanyak 24.870 orang total keseluruhan sebanyak 40.805 orang, dan untuk kasus ini Kabuapten Nabire masih ada diperingkat pertama dengan jumlah HIV sebanyak 2971 orang sedangkan AIDS sebanyak 4645 orang total pengidap HIV-AIDS berjumlah 7436 orang, ini di ibaratkan sebagai puncak gunung es yang hanya terlihat diatas permukaan air, sedangkan badan gunung es tersebut yakni bagiant terbesar dari gunung tersebut berada di bawah permukaan air dan tidak terdektesi. Lanjut Amirulah Hasim, bahwa salah satu hal mendasar yang harus dipahami adalah sifat virus ini, dimana memerlukan waktu 5 sampai 10 tahun untuk membuat seseorang pengidap HIV masuk ke kondisi AIDS ini berarti ada sejumlah besar pengidap HIV yang belum masuk kondisi AIDS dan mereka berada di antara masyarakat dan terlihat normal sama seperti orang sehat lainnya.

Selanjutnya, Amirulah Hasim mengatakan tidaklah mungkin upaya pencegahan dan pengendalian HIV dilaksanakan tanpa dibarengi dengan kampanye edukasi publik, dan hal ini harus segera dilakukan karena kita berpacu dengan waktu untuk segera menggunting rantai penyebaran HIV diantara kaum muda milik bangsa. Harapannya kepada semua pihak, khususnya seluruh peserta agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, sehingga maksud dan tujuan dari kegiatan ini dapat diwujudkan dengan menindak lanjuti hasil Rekomendasi Pertemuan Konferensi Internasional Tentang HIV-AIDS di Jayapura pada beberapa waktu yang lalu, yang selanjutnya dapat menyepakati dan dilaksanakan sebagai upaya dalam penanggulangan HIV di Kabupaten Nabire. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak 50 orang. (u.r)

Leave a Comment

*

code