KANTOR PERTANAHAN PERINGATI HARI AGRARIA NASIONAL KE – 57

NABIRE.- Dalam rangka Hari Agraria Nasional Ke – 57 Tahun 2017, yang jatuh pada tanggal 24 September 2017, Senin (25/9) bertempat di halaman Kantor Pertanahan Kabupaten Nabire Pukul 08.00 WIT melaksanakan Apel Peringatan Hari Agraria Nasional Ke- 57. Dimana, bertindak sebagai Pembina Apel di Jajaran Kantor Pertanahan Nabire, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Nabire Muldy Edi Nur, B.sc.

Dalam amanat tertulis Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan A. Djalil yang di bacakan Kepala Kantor Pertanahan Nabire mengatakan, Hari Agraria Nasional tahun ini mengusung tema  “Sertifikasi Tanah dan Penataan Tata Ruang  Untuk  Kesejahteraan Rakyat”  mengandung  maksud agar semua, baik jajaran  Kementerian   ATR/BPN, Pemerintah Provinsi,   Pemerintah Kabupaten/Kota  para  stakeholder, serta seluruh lapisan    masyarakat, dapat bersatu padu dan ikut berperan aktif dalam menyukseskan  berbagai program  strategis nasional di bidang agraria/pertanahan dan penataan  ruang yang lebih berkualitas.

Kata Dirinya, tanah sebagai  karunia  Tuhan merupakan kebutuhan dasar dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu Pasal 33 Ayat (3) Undang-Undang Dasar menyatakan bahwa “Bumi dan air dan kekayaan alam yang ada di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan  untuk sebesar- besar kemakmuran rakyat.” Sebagai tindak lanjut dari amanat Pasal 33 Ayat (3) tersebut maka  pada  tanggal  24  September 1960 diterbitkan Undang- Undang Nomor 5 Tahun  1960 tentang  Peraturan  Dasar Pokok- Pokok Agraria, atau sering disebut  dengan UUPA yang setiap tahun di peringati sebagai Hari Agraria Nasional.

Menurutnya, UUPA lahir dilandasi oleh  semangat perjuangan dan semangat kemerdekaan.  UUPA  merupakan manifestasi  perlawanan terhadap nilai-nilai kolonialisme, perlawanan terhadap  kepincangan  penguasaan,  pemilikan  dan penggunaan tanah,  pengingkaran hak-hak masyarakat hukum  adat,  serta perlawanan terhadap diskriminasi hukum dalam bidang agraria. UUPA dilandasi oleh nilai-nilai luhur rakyat Indonesia dan semangat untuk mewujudkan  amanah konstitusi;  bumi, air dan kekayaan  alam yang terkandung di dalamnya  untuk  keadilan, kesejahteraan  dan kemakmuran  seluruh rakyat Indonesia.

Lanjutnya, Kementerian  Agraria dan Tata Ruang/Badan  Pertanahan Nasional terus  berupaya  mengawal  dan mengimplementasikan  semangat  UUPA untuk menyelesaikan permasalahan agraria/pertanahan yang  sampai  saat  ini  masih  merupakan masalah Bangsa. Ketimpangan struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan dan  pemanfaatan tanah masih terjadi,  mengakibatkan masih tingginya angka kemiskinan, pengangguran, sengketa dan konflik tanah serta kerusakan lingkungan.

Pembangunan ekonomi yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan  masih terhambat  oleh karena belum maksimalnya pengaturan masalah  pertanahan.  Konflik  pertanahan dan partisipasi masyarakat dalam sistem keuangan modern terkendala  karena masih terbatasnya  jumlah tanah yang sudah terdaftar  dan bersertifikat.

“Pembangunan  infrastruktur  nasional  terkadang juga terhambat  oleh permasalahan  pengadaan  tanah, serta rencana  tata ruang wilayah yang belum mampu menjadi pedoman dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Kementerian  Agraria dan Tata Ruang/Badan  Pertanahan Nasional  dibentuk guna  menyatukan fungsi  tata  ruang  dan pertanahan sehingga  dapat  mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,Spirit pengintegrasian  tata ruang dan pertanahan ini perlu dijiwai secara menyeluruh hingga ke tingkat provinsi serta kabupaten/kota,”ungkapnya.

“saya mengucapkan   Selamat Hari Agraria Nasional, semoga  Tuhan  meridhoi  kita semua  dalam menjalankan  amanah dalam rangka  mewujudkan  sumber  daya agraria, pertanahan,  dan tata ruang untuk sebesar-besar  kemakmuran   rakyat,”pungkasnya. (cad)

Related posts

Leave a Comment

*

code