{"id":5751,"date":"2016-02-09T08:22:04","date_gmt":"2016-02-08T23:22:04","guid":{"rendered":"http:\/\/nabirekab.go.id\/?p=5751"},"modified":"2016-02-28T20:15:41","modified_gmt":"2016-02-28T11:15:41","slug":"humas-pemerintah-harus-bergerak-cepat-dan-satu-narasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nabirekab.go.id\/portal\/archives\/5751","title":{"rendered":"Humas Pemerintah Harus Bergerak Cepat dan Satu Narasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/a.jpg\" rel=\"attachment wp-att-5752\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-5752\" src=\"http:\/\/nabirekab.go.id\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/a-300x179.jpg\" alt=\"a\" width=\"300\" height=\"179\" srcset=\"https:\/\/nabirekab.go.id\/portal\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/a-300x179.jpg 300w, https:\/\/nabirekab.go.id\/portal\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/a.jpg 500w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Presiden Jokowi : Humas Pemerintah Harus Bergerak Cepat dan Satu Narasi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada humas yang berada di kementerian maupun lembaga non-kementerian memiliki kecepatan dalam merespon dan kecepatan memberikan informasi. Terutama capaian dan terobosan kebijakan pemerintah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jangan membalikkan dan jangan lagi saya mendengar bahwa masyarakat menemui humas saja sulit. Padahal kita yang harus mencari mereka (masyarakat) untuk memberikan informasi,&#8221; ucap Presiden pada pertemuan pada pertemuan dengan humas Kementerian dan lembaga non-kementerian, serta BUMN di Istana Negara, Kamis 4 Februari 2016.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih jauh Presiden mengatakan jangan sampai pemerintah maupun BUMN yang telah bekerja dengan pontang-panting tapi tidak diinformasikan ke publik. &#8220;Bagaimana masyarakat akan tahu? Informasikan apa yang telah dikerjakan. Gunakan cara-cara baru dalam menyampaikan informasi, tinggalkan pola-pola lama&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apalagi di era dimana arus informasi sangat cepat dan dinamis. Pemerintah perlu memanfaatkan kanal-kanal media sosial populer. Rakyat ingin melihat Pemerintah hadir mengatasi persoalan. \u00a0\u200e<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u200ePresiden mencontohkan beberapa hal yang seharusnya dapat diinformasikan kepada masyarakat dengan lebih baik. Kredit Usaha Rakyat (KUR) misalnya, dimana terjadi penurunan suku bunga 22-23 persen menjadi 11-12 persen, bahkan tahun ini akan diturunkan lagi menjadi 9 persen. &#8220;Bagaimana masyarakat akan tahu jika tidak diinformasikan, karena KUR diperlukan masyarakat. Beritahukan juga cara mendapatkan KUR kepada masyarakat,&#8221; ucap Presiden.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal lainnya adalah tentang penenggelaman kapal yang menangkap ikan secara ilegal. Presiden meminta jangan hanya berita kapalnya saja yang diangkat. &#8220;Tapi jelaskan bahwa kita bertindak tegas dalam menghadapi kapal penangkap ikan ilegal,&#8221; ujar Presiden.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u200eDi bidang perminyakan misalnya, bagaimana pemerintah dapat membubarkan Petral yang telah ada selama puluhan tahun. &#8220;Harus ada penjelasan karena merupakan sesuatu yang sangat besar sekali. Kenapa Petral bubar dan akhirnya rakyat dapat apa?&#8221; kata Presiden.\u200e<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u200e\u200ePresiden menekankan pentingnya melibatkan masyarakat. Presiden\u00a0 memberi contoh cara baru dalam berkomunikasi, misalnya dengan mulai melibatkan masyarakat dalam program pemerintah maupun BUMN, misalnya apa nama jalan tol, bandara atau pelabuhan.\u200e &#8220;Apa nama kereta cepat? Mungkin halilintar. Beri kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat,&#8221; kata Presiden.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Presiden memberikan contoh saat terjadi peristiwa ledakan bom pada beberapa minggu yang lalu. Respon saat itu, kata Presiden, sangat bagus sekali. &#8220;Rakyat tidak takut, semua tidak takut. Semua bergerak,&#8221; ucap Presiden.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya bersama seperti itu sangat diperlukan. Presiden menjelaskan bahwa tujuan utama dari teroris adalah menimbulkan ketakutan. &#8220;Begitu ada pernyataan rakyat tidak takut, negara tidak takut. Responnya hampir bersamaan. Dan diapresiasi baik dari dalam dan luar negeri. Terutama kecepatan TNI dan POLRI serta masyarakat,&#8221; ujar Presiden.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u200eUntuk itu, Presiden juga meminta agar humas-humas yang ada di K\/L dan BUMN untuk bergerak lebih cepat dan lebih memiliki kepekaan dalam memberikan informasi kepada masyarakat. &#8220;Kesampingkan ego sektoral. Kedepankan kebersamaan dan sinergi. Jangan hanya fokus pada masalah-masalah yang ada di kementeriannya saja,&#8221; ucap Presiden.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam agenda setting, Humas Pemerintah harus membuat <em>framing agenda<\/em> yang jelas. Kita harus <em>framing<\/em> berita di berbagai media dalam konteks <em>image<\/em> positif Pemerintah. Kita perkuat integrasi dan sinergi K\/L dan BUMN untuk membangun agenda setting ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terlebih lagi saat ini, Presiden mengingatkan bahwa kita kini memasuki era persaingan dan kompetisi. Kompetisi yang dihadapi adalah kompetisi antar negara &#8220;Apa <em>goal<\/em> terakhir yang ingin dicapai? Ingin ada <em>trust<\/em> (kepercayaan) dari rakyat, dari dunia,&#8221; ucap Presiden. (Tim Komunikasi Presiden dan Bakohumas)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>5 (lima) Direktif Presiden Joko Widodo tentang Kehumasan<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Humas harus aktif berkomunikasi kepada rakyat. Jangan menunggu informasi ramai beredar di masyarakat;<\/li>\n<li>Humas harus mempunyai agenda setting dan narasi tunggal dalam berkomunikasi ke rakyat. Pemerintah harus mempunyai framing atas isu;<\/li>\n<li>Jelaskan isu secara terbuka kepada masyarakat;<\/li>\n<li>Jangan ego sektoral, jangan tarung informasi antar instansi pemerintah;<\/li>\n<li>Dorong keterlibatan publik dalam pengambilan keputusan.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden Jokowi : Humas Pemerintah Harus Bergerak Cepat dan Satu Narasi Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada humas yang<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5752,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-5751","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nabirekab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5751","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nabirekab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nabirekab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nabirekab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nabirekab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5751"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/nabirekab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5751\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5791,"href":"https:\/\/nabirekab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5751\/revisions\/5791"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nabirekab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5752"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nabirekab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5751"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nabirekab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5751"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nabirekab.go.id\/portal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5751"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}