Oleh: Mesak Magai, S.Sos., M.Si
Bupati Nabire

PERGURUAN TINGGI adalah tempat pendidikan dan pengajaran yang merupakan kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk mempersiapkan peserta didik untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.

Pendidikan Tinggi menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 19 adalah: jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program diploma, program sarjana, program magister, program doktor, dan program profesi, serta program spesialis, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.”

Mahasiswa adalah sebutan bagi orang yang sedang menempuh pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi yang terdiri dari sekolah tinggi, akademi, dan yang paling umum adalah Universitas.
Mahasiswa memiliki kewajiban akademik/kuliah, sosial dan masyarakat. Kewajiban ini disebut Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tri Dharma berasal dari bahasa Sansekerta. “Tri” artinya tiga, sedangkan “Dharma” artinya kewajiban. Jadi Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah tiga kewajiban yang dianut oleh perguruan tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Apa Artinya?

Pendidikan dan Pengajaran adalah adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Mahasiswa di perguruan tinggi pada umumnya adalah orang-orang yang dididik di kampus untuk terbiasa membuat penelitian, membuat laporan, melaksanakan tugas sesuai dengan ilmu yang dipahami, bukan hanya asal-asalan atau sekedar mengikuti kebiasaan saja. Tujuannnya adalah agar mampu memecahkan masalah dalam masyarakat.
Apakah anda pernah mengetahui atau mendengar adanya mahasiswa tingkat akhir yang melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau Kuliah Kerja Nyata (KKN)? PKL dan KKN? Kegiatan tersebut adalah salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Mahasiswa Agen Perubahan

Mahasiswa identik dengan agen perubahan dan kontrol sosial. Artinya, mahasiswa adalah pembawa perubahan dan mengontrol sosial dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Tetapi, kita tidak akan menjadi agen perubahan kalau kita tidak membaca, diskusi dan menulis. Supaya mahasiswa menjadi agen perubahan maka harus biasakan diri dengan kegiatan Membaca, Diskusi dan Menulis.
Mulai hari ini, tinggalkan kegiatan negatif atau bermain-main dan beralih pada kegiatan membaca, diskusi dan menulis. Gunakan media sosial seperlunya saja untuk kepentingan bersosialisasi dengan teman dan orang lain serta sebagai sarana belajar. Gunakan internet untuk mengembangkan diri secara pengetahuan dan kete-rampilan karena saat ini internet telah menjadi sarana pembelajaran yang menyediakan apa saja.
Jika orang tua memberikan uang, sisikan uang untuk membeli buku dan laptop. Biasakan, ikut seminar, ikut pelatihan apa saja, perbanyak informasi dan pengetahuan agar kamu menjadi agen perubahan pada masyarakat di masa depan. “Sekali lagi, kurangilah tradisi lisan, biasakan membaca dan menulis.”

Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Daerah

Sejarah mengatakan, bahwa perubahan-perubahan besar berawal dari para pemuda. Oleh karena itu, mahasiswa harus memberikan jawaban-jawaban dan solusi yang konkret, aplikatif dan bermutu.
Mahasiswa sebagai bagian dari warga masyarakat, mempunyai peran strategis dalam pemerataan pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat, di era otonomi daerah dan otonomi khusus di Papua. Peran yang bisa dimainkan mahasiswa saat ini tidak hanya yang bersifat konseptual, namun juga yang bersifat praktik di lapangan dengan terjun langsung di tengah masyarakat memberikan contoh.
Saat ini di Nabire, Meepago dan Papua terdapat banyak persoalan di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi, dan lainnya. Hal ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh satu pihak, pemerintah daerah saja, jika tidak ada dukungan dari masyarakat dan terutama mahasiswa. Pemerintah pasti akan melakukan upaya-upaya sesuai dengan kemampuan anggaran dan sumber daya manusia yang tersedia.

Mahasiswa Buat Apa?

Mahasiswa harus menjadi contoh atau teladan dalam kehidupan masyarakat dengan biasakan membaca buku, menjaga sikap dan moral yang baik, menjaga stabilitsas lingkungan, mengembangkan usaha sesuai potensi diri, buat ternak atau usaha apa saja, jangan gengsi. Jika mahasiswa berikan contoh maka masyarakat akan ikut dan perubahan pasti akan terjadi. Perubahan besar harus mulai dari hal-hal kecil.

Mahasiswa juga bisa berperan dalam memberikan masukan kepada pemerintah dengan cara-cara baik dan sopan, yang mencerminkan jati diri mahasiswa dan belajar dengan sungguh-sungguh. Kenapa harus belajar sungguh-sungguh? Karena, pada akhirnya mahasiswa akan menjadi pemimpin di masa depan.

Berkenaan dengan pembangunan daerah, saya ingin menyampaikan konsep pembangunan Kabupaten Nabire. Visi pembangunan di masa pemerintahan saya dan Pak Ismail Djamaluddin adalah: “Nabire Aman, Mandiri dan Sejahtera”

Untuk mewujudkan visi di atas, kami memiliki tujuh misi, yaitu:

Jaminan Stabilitas Keamanan dan Kenyamanan Daerah.
Pembinaan Keagamaan (Iman dan Taqwa).
Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.
Peningkatan Pelayanan Kesehatan.
Peningkatan Ekonomi Rakyat.
Peningkatan Infrastruktur Daerah.
Reformasi Birokrasi Pemerintahan Daerah dan Pengelolaan Keuangan (Penguatan PAD) dan Aset Daerah.

Tujuh misi di atas, dilakukan melalui sejumlah program turunan, masing memiliki program. Salah bidang, misalnya, Bidang Peningkatan Ekonomi Rakyat, saya telah membagi Nabire menjadi tiga kawasan/zona pembangunan yaitu Kawasan Pesisir dan Kepulauan, Kawasan Kota dan Dataran Rendah; serta kawasan pegunungan.

Jadi, kawasan Pesisir dan Kepulauan saya sedang beruapaya melakukan pembenahan tata kelola pariwisata, perikanan dan kerajinan bahan alam pesisir sesuai dengan potensinya. Kemudian perkotaan dan dataran rendah kita fokuskan pada pertanian, perikanan air tawar, dan aspek lainnya. Kemudian wilayah pegunungan focus pada indutri kayu, pertambangan rakyat, peternakan dan lainnya sesuai dengan potensi yang ada.
Kawasan pembangunan ini didorong melalui OPD/SKP sesuai dengan bidang dan tugas pokok mereka. Saya ingin mendorong hal ini melalui pembentukan Badan Usaha Milik Desa atau kelompok-kelompok usaha maupun individu. Oleh karena itu, saya harapkan mahasiswa dapat ikut ambil bagian dalam pembangunan seperti ini dengan kembali ke kampung masing-masing.

Membangun Nabire tidak bisa dilakukan melalui hal besar. Harus dimulai dari hal kecil, yaitu harus dari kampung melalui pengembangan potensi yang ada di kampung. Tidak hanya aspek ekonomi tetapi aspek lainnya pun demikain.
Tolak ukur kemajuan dan kesejahteraan sebuah kabupaten adalah kesejahteraan masyarakat yang ada di kampung-kampung. Jadi, sekali lagi, saya harapkan agar para sarjana kembali ke kampung, bantu kepada kampung, bantu masyarakat, kerja bersama-sama memajukan kampung.

Dunia Kerja di Era Otsus dan Era Digital

Otonomi Khusus adalah sebuah kebijakan yang merupakan keberpihakan, pemberdayaan dan perlindungan bagi orang asli Papua yang tertuang dalam Undang-Undang Otonomi Khusus. Presiden Joko Widodo mengatakan akan membangun semangat, paradigma baru dan cara kerja baru dalam membangun Papua.

Terdapat tiga hal mesti diperhatikan mengenai Papua, yakni percepatan pembangunan, bagaimana pelaksanaan otonomi khusus, serta mendorong transformasi ekonomi dan sektor-sektor ekonomi unggulan yang harus dilakukan.

Jadi, sona pembangunan yang saya sampaikan di atas tadi adalah salah satu aksi kita dalam rangka percepatan pembangunan dan mendorong transformasi ekonomi dan sektor-sektor ekonomi unggulan dalam rangka keberpihakan dan pemberdayaan masyarakat Papua, mulai dari kampung.
Semangat Otsus ini tidak akan terwujud kalau kita tidak bekerja. Bagaimana kita bekerja? Apakah harus tunggu menjadi PNS? Tidak! Kita bekerja dari hal-hal kecil, mulai dari rumah, mulai dari kampung masing-masing. Setelah selesai kamu belum tentu diangkat menjadi PNS karena tidak setiap tahun ada tes CPNS. Jika pun ada, saat ini online sehingga persaingan sangat ketat.

Dunia semakin terbuka dengan adanya internet, semua serba digital dan persaingan semakin terbuka karena itu jika ingin sukses setelah selesai kuliah maka hal yang harus kamu dilakukan adalah mengembangkan potensi diri, kuasai salah satu bidang dan kembangkan hal itu.

Bagaimana sukses di era digital?

Jika kamu ingin sukses di era digital, maka ada beberapa hal perlu dilakukan atau dikuasai antara lain adalah:

Kuasai Media Sosial. Kamu harus selalu aktif di media sosial. Seperti Instagram, Facebook, Youtube, Twitter, hingga blog. Semua harus kamu kuasai. Tetapi, ingat, bukan media sosial yang menguasai kamu! Kenapa begitu? Ini bertujuan untuk menunjukkan kemampuanmu mengolah media sosial itu sendiri. Sekali lagi, pakai media sosial untuk bisnis atau hal-hal penting yang membuat kamu berkembang. Jangan gunakan media sosial hanya untuk hal-hal negative atau yang merugikan kamu.

Kuasai teknologi. Sebagai generasi milenial kamu harus melek akan teknologi. Ini adalah kunci awal untuk sukses bekerja di industri digital. Fokuslah sampai kamu ahli menggunakannya.

Jika kamu memiliki keahlian unik dan bisa memecahkan masalah dengan baik, pastinya banyak orang yang akan tertarik. Dari situlah kamu akan mendapatkan hasil yang luar biasa.
Teknologi itu banyak hal, mulai dari operasikan komputer, memahami jaringan, memahami desain, aplikasi, dan lainnya.

Hal ketiga adalah kuasai bahasa asing. Bahasa itu penting, jika kamu pandai berbahasa asing, kamu akan lebih mudah bekerja di dunia digital. Karena dunia digital bersifat global yang terhubung dengan berbagai negara lain.
Ingat, semua alat digital menggunakan bahasa inggris, Oleh karena, itu, anak-anak muda di saat ini harus kuasai bahasa asing. Jika orang tua memberikan uang, sisikan untuk membeli kamus, cari kamus online, belajarlah kepada guru Anda, belajarlah kepada kakak Anda atau kepada siapapun.

Hal keempat adalah banyak membaca dan latihan menulis. Zaman ini adalah zaman internat, informasi apapun bisa kita dapatkan dengan mudah jika HP kita terkonek dengan internet. Oleh karena itu, gunakan data HP untuk belajar/membaca sebanyak-banyak tentang hal-hal yang dapat membuat kamu bisa berkembang.

Kemudian, soal menulis juga sama. Kamu harus belajar menulis. Teori-teori menulis dapat kamu pelajari dari internet, tinggal kamu tulis di google, “cara menulis artikel atau cara menulis berita, atau cara menulis karya ilmiah” pasti banyak. Belajar menulis harus pratik menulis agar kamu terampil. Harus latihan banyak!

Jadi, intinya adalah kamu akan dibutuhkan di dunia kerja di zaman ini kalau kamu kuasai empat hal di atas tadi. Tetapi, kalau kamu tidak kuasai maka kamu tidak biasa bersaing dalam dunia kerja, kamu hanya akan menjadi penonton saja. Jika tidak mau menjadi penonton, mulai sekarang bergerak dan berlajar! ***

 44 total views,  1 views today

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.