📍 Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Nabire Sunday, 02 August 2026

DPPKB Nabire Luncurkan SIAP TEBAS STUNTING, Satukan Data Lintas OPD untuk Percepat Penanganan Gizi Anak

nabirekab.go.id

Nabire – Stunting pada anak umumnya bukan disebabkan oleh faktor keturunan, melainkan akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan minimnya stimulasi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Kondisi ini berdampak luas, mulai dari terhambatnya pertumbuhan fisik hingga perkembangan otak, kemampuan belajar, dan daya saing anak di masa depan.


Untuk menekan angka stunting di Kabupaten Nabire, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) meluncurkan sebuah sistem bernama SIAP TEBAS STUNTING, kependekan dari Sistem Informasi Terpadu untuk Percepatan Bebas Stunting. Inovasi ini dirancang untuk menyatukan data dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) agar penanganan stunting dapat dilakukan lebih terarah dan tepat sasaran.


Peluncuran sistem ini digelar di Aula DPPKB Kabupaten Nabire, Senin (13/7/2026), dan dihadiri Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari bersama pimpinan OPD, tenaga kesehatan, aparat distrik dan kampung, kader Posyandu, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.


Sistem ini lahir dari proyek perubahan yang disusun Kepala DPPKB Kabupaten Nabire, Syarifudin, S.P, saat mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nabire mengirimkan sepuluh pejabat mengikuti pelatihan tersebut di Makassar, dilanjutkan dengan studi lapangan di Yogyakarta, dengan setiap peserta diwajibkan menghasilkan proyek perubahan yang memberi manfaat nyata bagi pelayanan publik.


Wakil Bupati Nabire, yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Nabire, menyambut baik lahirnya inovasi ini. Ia menilai satu basis data yang akurat akan memperkuat koordinasi lintas sektor, sehingga kebijakan maupun intervensi penanganan stunting dapat dijalankan lebih tepat sasaran.


Sementara itu, Syarifudin mengungkapkan bahwa penanganan stunting selama ini kerap terkendala data yang belum seragam antara DPPKB, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan OPD terkait lainnya. Perbedaan data tersebut, menurutnya, sering menyulitkan penyusunan program maupun penyaluran bantuan kepada masyarakat.


Ke depan, seluruh data tersebut akan dihimpun dalam satu platform yang dikembangkan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nabire. Platform ini memuat data keluarga berisiko stunting, ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, pasangan usia subur, hingga kondisi sosial dan lingkungan tempat tinggal warga.


Proses pendataan dilakukan langsung ke rumah-rumah warga, mencakup kondisi rumah, sumber air bersih, sanitasi, dan jenis lantai, dilengkapi dokumentasi foto sebagai bukti verifikasi lapangan. Pada tahap awal, implementasi difokuskan lebih dulu di Distrik Nabire dan Distrik Nabire Barat, sebelum diperluas ke wilayah lain di Kabupaten Nabire.


Data yang terkumpul juga akan dimanfaatkan untuk mendukung penyaluran Program Makan Bergizi Gratis, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, agar bantuan dapat disalurkan lebih tepat sasaran.


Melalui SIAP TEBAS STUNTING, Pemerintah Kabupaten Nabire berharap dapat mewujudkan satu data stunting yang akurat, terintegrasi, dan berkelanjutan sebagai dasar pengambilan kebijakan, sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia nasional melalui peningkatan kualitas kesehatan dan gizi sejak usia dini.

Website OPD & Wilayah

Akses langsung ke portal resmi Dinas, Badan, Distrik, dan Kelurahan Kabupaten Nabire