PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA ke- 73 TAHUN 2018 DI KABUPATEN NABIRE

nabirekab.go.id, pada tanggal 4 Juni 2018 bertempat di halaman Kantor Bupati Nabire, telah dilaksanakan upacara peringatan hari lahirnya Pancasila ke 73, turut hadir dalam upacara hari lahirnya Pancasila adalah Forkopimda, Plh. Sekda, Ketua Pengadilan Negeri, Danyonif 753 Raider, Dandenzipur, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala OPD, Ketua Organisasi Wanita, sedangkan sebagai peserta upacara adalah TNI, Polri, ASN, Pol PP, Mahasiswa dan Pelajar.

Dalam sambutan Presiden Republik Indonesia pada Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-73 Tahun 2018 yang dibacakan oleh Bupati Nabire mengatakan bahwa Pancasila  merupakan  hasil  dari  satu  kesatuan  proses yang  dimulai  dengan  rumusan  Pancasila  tanggal  1  Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Soekarno, Piagam Jakarta tanggal 22  Juni  1945,  dan  rumusan  final  Pancasila  tanggal  18 Agustus  1945.  Adalah  jiwa  besar  para  Founding  Fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara  sehingga  kita  bisa  membangun  kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita. Kita  perlu  belajar  dari  pengalaman  buruk  negara  lain yang dihantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang  saudara.  Dengan  Pancasila  dan  UUD  1945  dalam bingkai NKRI dan  Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah tersebut. Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong.

Komitmen  pemerintah  untuk  penguatan  Pancasila sudah  jelas  dan  sangat  kuat.  Berbagai  upaya  terus  kita lakukan.  Telah  diundangkan  Peraturan  Presiden  Nomor  54 Tahun  2017  tentang  Unit  Kerja  Presiden  Pembina  Ideologi Pancasila.  Bersama  seluruh  komponen  bangsa,  lembaga baru  ini  ditugaskan  untuk  memperkuat  pengamalan Pancasila  dalam  kehidupan  sehari-hari,  yang  terintegrasi dengan  program  pembangunan.  Pengentasan  kemiskinan, pemerataan  kesejahteraan  dan  berbagai  program  lainnya, menjadi  bagian  integral  dari  pengamalan  nilai-nilai Pancasila.

Tidak  ada  pilihan  lain  kecuali  kita  harus  bahumembahu  cita-cita  bangsa  sesuai  dengan  Pancasila.  Tidak ada  pilihan  lain  kecuali  seluruh  anak  bangsa  harus menyatukan  hati,  pikiran  dan  tenaga  untuk  persatuan  dan persaudaraan.  Tidak  ada  pilihan  lain  kecuali  kita  harus kembali  ke  jati  diri  sebagai  bangsa  yang  santun,  berjiwa gotong  royong  dan  toleran.  Tidak  ada  pilihan  lain  kecuali kita harus menjadikan Indonesia bangsa yang adil, makmur dan bermartabat di mata internasional.

Sekali  lagi,  jaga  perdamaian,  jaga  persatuan,  dan  jaga persaudaraan  di  antara  kita.  Mari  kita  saling  bersikap santun,  saling  menghormati,  saling  toleran,  dan  saling membantu  untuk  kepentingan  bangsa.  Mari  kita  saling bahu-membahu,  bergotong  royong  demi  kemajuan Indonesia.

Leave a Comment

*

code