RAKOR INSTANSI TERKAIT PERSIAPAN PELAKSANAAN, EVALUASI DAN PENYUSUNAN LAPORAN

NABIRE.- Bertempat di aula Hotel Getz Oyehe, Jumat (22/9) Pukul 09.00 WIT Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Instansi Terkait Untuk Persiapan Pelaksanaan Program, Evaluasi Program Dan Penyusunan Laporan. Turut hadir pula, Plt. Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Daniel Maipon, SSTP, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Viktor Tebai, Konsultan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar A Hudan Isa, SE.,M.Si

Rakor yang di buka langsung Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim, S.IP.,MM berjalan alot, dimana Peserta Rakor yang terdiri dari instansi teknis akan membuat sebuah perencanaan untuk mencapai Program PKP-SPM Pendidikan Dasar di wilayah Kabupaten Nabire.

Dalam sambutan tertulis Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos.,MAP yang di bacakan oleh Wakil Bupati Nabire mengatakan, bahwa Rakor Instansi Terkait Untuk Persiapan Pelaksanaan Program, Evaluasi Program dan Penyusunan Laporan merupakan program PKP- SPM Pendidikan Dasar yang merupakan perpaduan kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan lembaga donor (Uni Eropa dan ADB) yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama dan Pengelola Pendidikan di Tingkat Kabupaten/ Kota, Satuan Pendidikan terpilih dalam melakukan perencanaan, penganggaran serta pengelolaan layanan-layanan pendidikan, sesuai dengan standar pelayanan minimal pendidikan dasar.

Kata Dirinya, Rakor tersebut juga untuk menyatukan persepsi terhadap pencapaian Program Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan dasar di wilayah Kabupaten Nabire. Sehingga, melalui kegiatan tersebut program pendidikan di wilayah Kabupaten Nabire dapat berjalan dengan baik, maju dan berkembang sesuai dengan target SPM yang telah di tentukan.

“saya berharap, Program pencapaian Standar Pelayan Minimal di daerah ini dapat berjalan secara berkesinambungan dan dapat dapat memberikan solusi terhadap berbagai kendala, permasalahan yang terjadi dalam pencapain PKP – SPM di daerah ini,”pungkasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Daniel Maipon, SSTP  yang di dampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Viktor Tebai dan Konsultan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar A Hudan Isa, SE.,M.Si saat di wawancarai, Jumat (22/9) di sela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) Instansi Terkait Untuk Persiapan Pelaksanaan Program, Evaluasi Program Dan Penyusunan Laporan kepada wartawan mengatakan, Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire mengucapkan terima kasih kepada “Union Europan”yang telah menyalurkan dana melalui Asian Developman Bank (ADB) yang di serahkan lagi kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian di salurkan ke Pemerintah kabupaten Nabire, sehingga dari Program kegiatan untuk pencapaian target Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar bisa berjalan sesuai dengan apa yang di harapkan.

Kata Maipon, kegiatan yang dilaksanakan sejak dana ini di salurkan sejak Tahun 2015, 2016 sampai dengan 2017 dengan total dana yang telah di salurkan oleh Uni Eropa melalui Kemendikbud sebesar 2,9 Milyar lebih. Dimana, manfaat dari kegiatan Standar Pelayanan Minimum (SPM) Pendidikan Dasar sangat membantu Pemerintah daerah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pendidikan dalam menyusun Rencana Strategi (Renstra), RKPD, RENJA sampai dengan RKA dan menjadi DPA.

“semua hasil yang telah di capai selama ini, itu menjadi prioritas program Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, guna mencapai 27 indikator dalam pencapaian program SPM Pendidikan dasar di Kabupaten Nabire, 14 di antaranya adalah menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan dan 13 menjadi tanggung jawab Satuan Pendidikan,”ungkapnya.

Menurutnya, saat ini juga Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire telah mengukur melalui kondisi riil yang ada saat ini melalui satuan-satuan pendidikan, tetapi juga yang ada di Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire. Dan hasil tersebut nantinya akan di bandingkan dengan indikator yang telah di tetapkan dalam pencapaian program SPM sampai dengan lima tahun kedepan.

Kata dia, semua program SPM yang akan menjadi target utama Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire akan bermuara pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang telah di tetapkan Pemerintah Pusat lewat Kemendikbub. Sehingga, apa yang menjadi harapan Pemerintah Pusat dalam merealisasikan SNP di wilayah Papua dan khususnya di wilayah Kabupaten Nabire dapat tercapai.

“kami ucapkan terima kasih kepada Uni Eropa melalui ADB dan Kemendikbud, yang mana telah memberikan kepercayaan kepada Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire untuk menerima dana-dana bantuan ini, sehingga kebutuhan pendidikan bisa terpenuhi,”pungkasnya.

Related posts

Leave a Comment

*

code