LAGU “PUJI TUHAN HALELUYA” GEMPARKAN GEDUNG ST. MARTINUS KAIMANA

KAIMANA.- Bertempat di Gedung Serbaguna Gereja Katolik Santo Martinus Kaimana, Rabu (13/9) Paduan Suara Pria Dewasa, yang di pimpin oleh Conductor (Dirijen) Stevanus Sirken dan Pianis, Susanti Fonne Sari tampil memukau dan mengguncang panggung Gedung Serbaguna St. Martinus dengan suara emas yang merdu dan berapi-ap pada Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Ke – XII Se- Tanah Papua, Kaimana – Papua Barat.

Dengan membawakan lagu wajib yakni, “Hidup Yang Selaras”, kemudian lagu pilihan “Puji Tuhan Haleluya, serta  lagu pilihan bebas “Jangan Kuatir”, sempat membuat para penonton yang memadati gedung St. Martinus tercengang-cengang, karena begitu luar biasanya suara yang di tampilkan oleg Paduan Suara Dewasa Pria Kontingen Pesparawi Nabire.

Ketua Kontingen Pesparawi Ke –XII Se- Tanah Papua Kabupaten Nabire, Yufinia Mote Douw, S.SiT mengatakan, tampilan yang di bawakan pada Pesparawi Ke- XII Se- Tanah Papua yang berlangsung di Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat, merupakan hasil kerja keras Kontingen Nabire selama ini, dimana hampir setahun persiapan menjelangan Pesparawi Ke – XII Se- Tanah Papua sudah di persiapkan dengan matang.

Menurutnya, setelah melihat apa yang di tampilkan oleh Kontingen Nabire pada Pesparawi Ke – XII Se- Tanah Papua, Kaimana – Papua Barat, tentunya bukan hanya Kontingen Nabire yang menilai tampilan Paduan Suara Dewasa Pria asal Kontingen Nabire, tapi hampir semua Kabupaten menyaksikannya, dan cukup mendapatkan pujian dan uforia yang luar biasa dari penonton saat setelah membawakan lagu –lagu pujian yang di nyanyikan.

“ini bukti bahwa, Nabire menjadi salah satu Tim atau Kontingen yang menjadi saingan berat Kabupaten-kabupaten atau Kota-kota lain. Bahkan, Nabire menjadi bahan pembicaraan masyarakat di Kaimana, karena selalu menampilkan hal-hal yang menarik dalam setiap kategori dan Nabire merupakan Kontingen yang menjadi pusat perhatian para penonton ketika naik untuk pentas dan menyanyikan lagu-lagu pujian,”ujarnya.

Dirinya berharap, apa yang di tampilkan Kabupaten Nabire adalah untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan. Tetapi, dari segi aturan lomba harus juga di junjung tinggi oleh para Kontingen dan juga pada Dewan Juri. Dewan Juri di harapkan independen dalam menilai seluruh kontingen yang ikut dalam Pesparawi Ke – XII Se- Tanah Papua, karena apa yang dibawakan oleh seluruh kontingen adalah untuk nama Tuhan.

Memasuki hari ke empat, Rabu (13/9) di ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Ke – XII Se- Tanah Papua yang berlangsung di Kota 1.001 Senja Kaimana Provinsi Papua Barat, Kontingen Pesparawi Nabire menampilkan tampilan menarik di Solo Anak Usia 10- 13 Tahun atas nama, Gracesia Wengge. Dimana, lagu Wajib yang dinyanyikan yakni, “Doa Untuk Ayah Ibu” dan lagu Pilihan Terikat “ Jadi Lilin Penerang”, di bawakan dengan penuh penghayatan dan di resapi betul oleh Gracesia.

Gracesia  Wengge yang baru berusia 11 tahun dan duduk di Kelas V SD Negeri 3 Nabire, saat di wawancarai usai tampil mengatakan, dirinya tidak mengalami demam panggung, karena selama  ini dirinya sering menyanyikan dan membawakan lagu-lagu rohani di gereja. Dan juga pada saat acara pernikahan dan di sekolah.

“perasaan saya biasa saja, terus karena saya sering tampil untuk menyanyi di pernikahan, di gereja dan acara-acara lain, “ungkapnya.

Dirinya berharap,  Pesparawi Ke – XII Se- Tanah Papua di Kaimana dapat berjalan lancar sukses dan menjadi ajang yang betul-betul untuk memuji dan memulikan nama Tuhan. Karena, semua di lakukan  para kontingen terutama Kontingen Nabire semata-mata untuk bisa meresapi dan memaknai apa yang  menjadi tujuan utama dalam ajang Pesparawi Ke- XII Se- Tanah Papua. (cad)

Leave a Comment

*

code