Perayaan Natal Oikumene (PNS, TNI, POLRI dan MASYARAKAT) Se-kota Nabire dan Sekitarnya Tahun 2015, Menteri Yohana Yembise Ikut Serta.

nt1

Nabirekab.go.id – Perayaan Natal Oikumene (PNS, TNI, POLRI dan MASYARAKAT) Sekota Nabire dan SekitarNya merupakan kegiatan rutin yang di adakan setiap tahunnya. Hal ini dalam menyambut Kelahiran Yesus Kristus ke dunia yang di laksanakan oleh PNS, TNI, POLRI dan Masyarakat Kabupaten Nabire tahun 2015.

Perayaan Natal Oikumene tahun 2015 ini mengambil tema : “Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah ( Kejadian 9:16)” dengan Sub Tema : “Melalui Natal Oikumene (PNS, TNI, POLRI dan MAYARAKAT) kita wujudkan hidup sebagai keluarga Allah untuk membangun Nabire yang Aman, Damai, Makmur dan Sejahtera”, hajatan ini dilaksanakan pada 29 Desember 2015, di Gereja Kristus Raja Nabire.

Natal Oikumene dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, MA,  Penjabat Bupati Nabire yang diwakili SEKDA Nabire Drs. Johny Pasande, Pimpinan Forkopimda Nabire, Tokoh Agama, serta seluruh Umat Kristinani sekota Nabire dan sekitarnya.

Perayaan Natal Gabungan di awali dengan laporan Ketua Panitia Natal tahun 2015 oleh Drs. Blasius Nuhuyanan, yang menyampaikan Perayaan Natal ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh PNS, TNI, POLRI dan Masyarakat Nabire.

nt6Dilanjutkan dengan Puji Pujian Dari Anak Anak Maranata Malompo Nabire,  Pujian oleh Mario Siahaya dan juga Paduan Suara Kristus Raja Siriwini serta Paduan Suara Gabungan Dari Berbagai Doniminasi Gereja di Nabire, yaitu : VG KRISOPRAS MARANATA MALOMPO, PS GK KRISTUS RAJA SIRIWINI, PS GKI MARANATA MALOMPO, Ps Karitas, PS. St. Caisilia KSK, Ps. Kingmi Maranata dan juga dimeriahkan drama oleh sanggar Mama Douw.

Ibadah perayaan Natal Oikumene ini, dilanjutkan dengan Prosesi Penyalaan lilin, Oleh Ibu Menteri Yembise, Sekda Kab. Nabire, Kapolres Nabire, Ketua BKSAGP, Tokoh Mayarakat, serta perwakilan tokoh Pemuda.

Setelah perayaan ibadah Natal Oikumene berakhir, acara dilanjutkan dengan sambutan tertulis Penjabat Bupati Nabire Sendius Wonda, SH, M.Si, dibacakan Sekda Kabupaten Nabire Drs. Jhony Pasande. di dalam sambutannya Penjabat Bupati Nabire menyampaikan natal ini mengandung makna bahwa keluarga merupakan  karya Nyata Allah bagi manusia, hidup bersama dalam keluarga Allah meliputi 3 (tiga) dimensi , Allah merupakan segala-galaNya bagi keluarga ( dimensi vertikal ),  kebersamaan dengan suami , istri , anak-anak  ( dimensi internal) dan kebersamaan dengan alam dan lingkungan sekitar merupakan ( dimensi eksternal).nt7

Sebagai keluarga Allah , sikap yang perlu terus  dikembangkan dalam hidup adalah kasih,  Allah telah mengasihi kita sebelum kita meNyatakan kasih kepada-Nya. Sifat kasih inilah yang perlu dikembangkan sebagai  keluarga Allah. KeNyataan saat ini menunjukkan bahwa kasih kepada Allah tidak lagi menjadi prioritas dalam keluarga, relasi orang tua anak tidak lagi dibangun atas dasar kasih ,  selain itu banyak yang tidak mengasihi tetangganya, tidak memelihara lingkungan dan alam sekitar dengan membuang sampah sembarangan, melakukan pembakaran hutan dsb , yang semuanya telah menodai kasih kita kepada-Nya sebagai keluarga Allah.

Perayaan natal kali ini ,   menunjukkan kasih sayang Tuhan kepada  umat manusia dan seluruh alam , agar kita dapat menciptakan kehidupan yang aman , damai , makmur dan sejahtera. Juga memberikan inspirasi kepada kita , untuk selalu memperkuat semangat persaudaraan dan kekeluargaan  sebagai bagian dari keluarga Allah.nt5

Momentum  natal juga menyadarkan kita untuk menghargai perbedaan sebagai sebuah karunia Tuhan , sekaligus menghargai anugerah Tuhan dalam setiap perbedaan , agar kita saling mengasihi dan saling berbagi , untuk meNyalurkan berkat Tuhan kepada orang lain.  Biarlah setiap orang meNyadari ,  serta tahu mensyukuri kebaikan Tuhan dalam kehidupanNya. Perbedaan karakter anggota  keluarga maupun dengan umat yang lain merupakan keunikan yang telah diciptakan oleh Allah. Keunikan itulah yang memungkinkan setiap pribadi dan keluarga dapat saling melengkapi. Oleh karena itu hidup sebagai keluarga Allah harus dibangun dalam sikap menerima setiap perbedaan yang ada.nt4

Adapun sambutan Menteri Pemberdayaa Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dimana dalam arahannya mengajak seluruh kaum perempuan dan anak agar tetap bersatu sebagai keluarga Allah sehingga kaum perempuan dapat diselamatkan.

Sebagai penutup,pembagian hadiah lomba lampu hias, serta pembagian doorprize sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan Natal Oikumene Tahun 2015.